Beberapa waktu terakhir, Palestina menjadi topik pembicaraan yang hangat di media sosial. Hal ini merupakan salah satu faktor karena perang Taufan Al Aqsha pada 7 Oktober 2023 yang akhirnya membuka mata dunia dan menyingkap tentang kejahatan yang selama ini dilakukan zionis israel.
Maraknya berita tentang Palestina juga membuat sebagian orang yang tidak tahu tentang Palestina, akhirnya mencari tahu melalui internet dan sosial media mereka. Berita hoaks maupun tidak beredar luas di masyarakat sehingga tak jarang menyebabkan kebingungan diantara masyarakat awam untuk mempercayai suatu media berita. Salah satunya adalah tentang masjidil Aqsha.
![]() |
Bagian dari Masjidil Aqsha |
Siapa sih yang tidak kenal Masjidil Aqsha? Masjid ini begitu terkenal akan keistimewaannya bagi masyarakat Palestina terutama bagi mereka yang beragama Islam. Namun, ternyata banyak diantara kita tidak tahu sebenarnya yang mana sih Masjidil Aqsha. Aku menyadari hal ini setelah berulang kali melihat komentar orang – orang yang memperdebatkan yang mana sebenarnya Masjid Al Aqsha itu. Ada yang mengatakan bahwa Qubbatus Shakhrah (Dome of The Rock) adalah Al Aqsha, sebagian lagi berbeda pendapat. Tentu ini adalah fakta yang membuat kita sedih bahwa masih banyak diantara kita yang tidak tahu tentang Masjid Al Aqsha. Maka dari itu, aku berinisiatif ingin membuat penjelasan langsung agar kedepannya tidak ada lagi perselisihan terutama di kalangan umat Islam tentang Masjid Al Aqsha.
Penjelasan pada artikel kali ini merujuk pada buku saku yang diterbitkan oleh KNRP, Adara Relief International, dan FORSIMPTA dan disampaikan oleh Syeikh Raid Shalah.
Apa Pentingnya Mengetahui tentang Masjid Al Aqsha?
Terutama bagi umat Islam, sangat penting untuk tahu secara detail tentang Masjidil Aqsha. Selain karena kemuliaannya, Masjidil Aqsha juga memiliki hubungan yang erat dengan Islam. Memepelajari tentang Masjidil Aqsha dapat membuat kita lebih sadar terhadap pelanggaran yang telah dilakukan oleh zionis israel tanpa kita sadari. Seperti perombakan dan pengalihfungsian tembok Al Buraq yang merupakan bagian dari Al Aqsha yang saat ini terkenal dengan sebutan “Tembok Ratapan” (sebagai bentuk penyesatan makna), penutupan Pintu Barat yang merupakan bagian dari Al aqsha, pengalihfungsian Madrasah At Tankaziyah yang merupakan bagian dari Al Aqsha menjadi barak militer zionis hingga saat ini. Semua itu merupakan bentuk pelanggaran nyata dan penistaan terhadap Masjid Al Aqsha Al Mubarak.
Orang yang mengetahui hakikat Al Aqsha Al Mubarak maka secara otomatis akan engetahui apa saja bentuk pelanggaran dan penistaan yang telah dilakukan pada Al Aqsha.
Yang Manakah Masjid Al Aqsha?
Mujiruddin Al Hanbali (seorang alim yang lahir di kota Al – Quds dan merupakan keturunan dari Abdullah bin Umar bin Khattab) dalam kitabnya Al Anas Al Jalil, berkata :
“Yang populer dikalangan masyarakat bahwa Al Aqsha dalam konteks kiblat yaitu keseluruhan bangunan di tengah – tengah masjid yang didalamnya terdapat mimbar dan mihrab besar. Padahal sebenarnya yang dimaksud Al Aqsha itu adalah sebutan bagi seluruh komplek masjid yang dibatasi oleh dinding pembatas. Maka bangunan yang terdapat di dalam masjid dan bangunan – bangunan lainnya, seperti Qubbatus Shakhrah (Dome of The Rock/masjid berkubah kuning emas),ruwaq – ruwaq (mihrab – mihrab masjid), dan bangunan – bangunan baru lainnya. Dan yang dimaksud dengan Al – Aqsha adalah komplek yang dibatasi oleh dinding pembatas.”
Ad Dubbagh dalam bukunya Al Quds mengatakan :
“Al Haram Al Qadasi (wilayah haram yang sakral) terdiri dari dua bangunan masjid ; pertama, Masjid Ash – Skhakhrah dan Masjid Al Aqsha, serta bangunan – bangunan apa saja yang ada di sekitarnya, hingga dinding pembatas sekalipun.”
Semua bangunan yang ada di komplek yang dikelilingi oleh tembok pembatas mirip segi empat ini adalah bagian tak terpisahkan juga dari Al Aqsha! Maka pelataran berpasir yang ditanami pohon zaitun dan pepohonan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha. Tempat aliran air, kubah – kubah, tembok – tembok pembatas, gapura – gapura, serta bangunan lainnya yang ada di dalam komplek.
![]() |
Foto diambil dari salah satu artikel Radar Cirebon |
As Shakhrah Al Musyarafah (batu yang dimuliakan) adalah bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha Al Mubarak. Serta masjid yang dibangun di tengah – tengah komplek Masjid Al Aqsha dari arah kiblat yang oleh umat Islam sering dipahami sebagai masjid Al Aqsha (yang sebenarnya), padahal bukan itu yang dimaksud masjid Al Aqsha beserta bangunan – bangunan yang terdapat di bawah masjid Al Aqsha yang sering kita sebut dengan istilah “Al Aqsha Al Qadim” (Al Aqsha Kuno) semuanya adalah bagian yang tak terpisahkan dari Al Aqsha Mubarak. Begitu juga dengan Mushalla Al Marwani yang terletak di sebelah tenggara Al Aqsha yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha.
![]() |
Meskipun adanya pembatasan Israel, ratusan jamaah Muslim melaksanakan salat subuh dengan damai di kompleks Masjid Al-Aqsa |
Maka jika ada konspirasi keji atau rencana jahat untuk mengambil atau mengubah Al Aqsha Al Qadim dan Mushalla Al Marwani, semua itu merupakan kejahatan yang keji untuk menghancurkan Masjidil Aqsha. Seburuk – buruk ungkapan terhadap masjidil Aqsha adalah mengatasnamakan untuk menyerahkan bagian dari Al Aqsha kepada zionis dengan dalih ‘kedamaian’ yang takkan pernah terwujud sampai mereka (para zionis) berhasil mengambil alih Palestina, Masjidil Aqsha dan negeri diantara sungai nil dan eufrat seperti yang tergambar pada bendera mereka.