Hiyam, incaran dari rasa takut Israel

 Teman-teman Hari ini aku akan mengambil potongan kisah dari film Hiyam. Jadi film ini menceritakan tentang seorang wanita Palestina bernama Hiyam yang menikah dengan pria Inggris yang berasal dari kota Jenin, Palestina. Nama pria itu Hassan. Mereka bertemu di Inggris saat Hiyam sedang melanjutkan kuliahnya di Inggris. Mahasiswa berprestasi, arsitek, kaya raya kelahiran Haifa yang merupakan warga negara Inggris itu belum pernah merasakan kehidupan di tanah airnya.

Pernikahan mereka dilaksanakan di salah satu kamp di kota Jenin, Palestina. Akibat perang mereka tidak bisa merayakan pesta pernikahan dengan meriah. Di dalam pernikahan itu orang-orang Palestina bermain kembang api di dalam kamp. Karena ketatnya penjagaan Israel, kabar tentang orang-orang Palestina merayakan pesta pernikahan di kamp pun sampai kepada pemimpin perang Israel.

“Benar, itu batu dan ranting zaitun. Namun aku mencintainya seperti cintaku pada Palestina..itu batu untuk melawan meriam dan tank. Katakan bahwa batu itu adalah kenangan yang bernilai. Aku mengeluarkannya dari genggaman anakku yang syahid. Batu ini menunggu orang yang akan melemparkannya lagi,”

Hiyam adalah seorang guru TK di sebuah panti asuhan untuk anak-anak Palestina yang sudah tidak memiliki orang tua lagi. Dia memiliki seorang murid perempuan yang dekat dengannya, bernama Asma.

Sebenarnya Hiyam dan Hasan berniat meninggalkan Palestina menuju Inggris. Namun untuk mendapatkan tiket ke Inggris mereka menemui banyak kendala. Saat melewati perbatasan jalan mobil mereka harus rela diberhentikan oleh tentara-tentara Israel yang akan memeriksa mereka. Pemeriksaan dilakukan dengan alasan kecurigaan terhadap warga yang membawa alat-alat peledak. Namun tentara Israel juga kerap melakukan tindakan tidak sopan ataupun kekerasan terhadap warga Palestina. Di pemeriksaan kali ini seorang tentara wanita dengan tidak sopan memegang bibir Hiyam dengan sengaja. Bahkan tak jarang tentara Israel menahan warga Palestina yang tidak bersalah sama sekali. Seperti yang terjadi pada Hassan, suami Hiyam. Tanpa alasan dan bukti yang jelas, tentara Israel menahannya. Padahal belum genap sehari mereka menjadi suami istri dan sekarang malah harus terpisah. Pria yang lahir dan dibesarkan di Inggris dengan lingkungan yang damai itu begitu terkejut ketika mengetahui dirinya ditahan tanpa alasan yang jelas. Tidak heran bila Hassan berteriak memanggil-manggil tentara zionis Israel di dalam tahanan karena dirinya merasa tidak melakukan pelanggaran apapun. Dengan air mata yang berderai Hiyam pun pulang dengan sopir yang juga salah satu anggota keluarganya.

Pulang ke rumah, Hiyam langsung menyuruh ibunya agar segera pergi mengungsi ke kota lain karena ada pemboman yang dilakukan Israel. Anak-anak di panti juga sudah diungsikan dengan mobil pick up menuju ke pengungsian lain. Sementara Hiyam dan adik laki-lakinya Said tinggal bersama sisa anggota keluarganya yang lain. Akan tetapi ternyata Asma juga tertinggal dari rombongan anak-anak panti. Dengan sangat khawatir Hiyam mencari Asma. Ternyata gadis cilik berusia 5 tahun dan itu sedang bersembunyi ketakutan di balik lemari akibat suara dentuman bom. Keadaan kota Jenin benar-benar sangat berantakan akibat bom-bom yang dimuntahkan. Para tentara Israel sedang mengepung kota Jenin.

Sementara itu Hasan sedang dalam perjalanan pulang menuju kota janin bersama salah satu rekannya. Tanpa ia sadari ternyata handphonenya diam-diam telah disadap oleh Israel saat ia dibebaskan. Sopir yang bersamanya mengatakan bahwa kota Jenin sedang dikepung. Hasan bingung bagaimana caranya ia bisa masuk ke kota Jenin. Namun akhirnya Hassan diam-diam mengendap-ngendap masuk ke kota Jenin menuju ke rumah keluarga Hiyam pada malam hari. Akan tetapi seorang tentara Israel yang diam-diam melihatnya mengendap-ngendap langsung menembak lengan Hassan. Ia langsung ditolong oleh paman Hiyam yang sedang bersembunyi di balik tembok bersama beberapa orang tentara Palestina lainnya. Para laki-laki dewasa Palestina yang tersisa sedang bentrokan dengan tentara Israel untuk memperjuangkan kota mereka. Dengan sisa senjata yang ditinggalkan Israel saat kalah dan lari dari medan perang itulah yang mereka pakai untuk bertahan.

“Prinsip kami, saat musuh merambat sejengkal tanah saja dari Jenin, kami akan melakukan perlawanan.”

Sebenarnya saat itu tentara Israel dan niat mengebom dan menghancurkan salah satu tanah yang ditargetkan di kota Jenin. Namun kepala penjara Israel meminta untuk menangguhkannya, dan diberi waktu beberapa jam untuk ditangguhkan. Tidak ada alasan lain bagi kepala penjara itu untuk menangguhkannya selain karena di dalam wilayah tersebut ada Hassan yang bersembunyi di dalam masjid bersama beberapa pria Palestina lainnya. Ia mengetahui lokasi Hassan dari handphone Hassan yang sudah disadapnya. Akan tetapi tidak sampai beberapa jam, Israel sudah mengepung masjid yang menjadi tempat keberadaan Hassan kala itu. Dengan bantuan beberapa pria Palestina Hassan segera pergi ke rumah keluarga Hiyam. Namun ia tidak mendapati apa-apa di sana selain reruntuhan rumah keluarga Hiyam. Ibu Hiyam keluar dari persembunyian nya dan menemui Hassan ketika mengetahui bahwa menantunya itu sudah sampai di rumah. Ia memberitahukan bahwa tentara israel sudah menghancurkan rumah mereka dan saat ini Hiyam sedang membawa Asma pergi ke rumah sakit.

Di tempat lain Hiyam menggendong Asma melewati lorong-lorong yang sempit karena tentara israel sedang berjaga-jaga di setiap jalan kota Jenin. Hiyam menyembunyikan Asma di sebuah gedung yang sudah roboh karena di jalan tentara Israel sedang menangkap anak-anak Palestina lainnya yang tersisa.

Di kantor nya kepala sipir Israel sedang memeriksa foto-foto wanita Palestina yang bernama Sabah. Sabah dikabarkan sudah dibebaskan dari penjara Israel. Sebelumnya ia termasuk wanita pejuang yang turut membantu para pria Palestina untuk bertempur melawan Israel. Keahliannya di medan perang membuat Israel ketakutan dan berniat untuk menahannya kembali. Dan mereka mengira bahwa Hassan yang beberapa hari lalu mereka tahan adalah suami dari Sabah asli.

Pada suatu malam yang sedang menidurkan adik laki-lakinya dan anak muridnya dengan mendongengkan mereka. Tepat pada saat itu telepon berbunyi dari handphone milik Hassan. Ia mengangkat telepon tersebut dan beberapa saat setelah menanyai Hiyam, si penelepon langsung mematikannya. Hiyam tidak tahu kalau yang menelponnya adalah tentara Israel yang sedang menyadap telepon suaminya. Pihak Israel mengira bahwa yang menjawab telepon adalah Sabah yang asli dan mereka berencana menangkap Hiyam hidup-hidup.

Keesokan harinya pihak Israel melancarkan operasi militernya. Dan sebagian rakyat sipil Palestina berkumpul dengan senjata seadanya untuk menahan serangan dari darat dan udara itu. Pada hari pertama operasi militer, rakyat Palestina berhasil menggagalkan serangan Israel meskipun harus dengan banyak korban jiwa yang berjatuhan. Hal ini tentunya mengundang kemarahan dari pihak Israel sendiri karena merasa dipermalukan oleh kekalahan yang mereka terima.

Sempat terjadi kesenggangan antara Hiyam dan Hassan. Hal itu karena Hassan merasa tidak suka dengan kehidupan yang terjadi di Palestina, sementara Hiyam tidak mau meninggalkan Palestina. Namun pada akhirnya dengan bujukan Said adik Hiyam akhirnya hati Hassan luluh dan bersedia kembali ke kamp.

Di kamp, paman Mahmud mulai curiga karena tentara Israel terus berjaga-jaga di tempat mereka seperti mengincar sesuatu. Curigaan Paman Mahmud mulai terbukti ketika Hassan mengangkat telepon dari pihak Israel yang mengancam atas nama Sabah. Saat itu posisi Hassan sedang berada bersama Hiyam, paman Mahmud dan beberapa orang Palestina lainnya untuk operasi bom syahid. Akhirnya paham Mahmud mengerti bahwa Hassan adalah umpan jebakan bagi mereka.

Sabah yang diincar oleh pihak Israel adalah Sabah bibi dari Hiyam. Ia sudah syahid saat operasi bom syahid melawan Israel tak lama setelah dibebaskan. Ia diincar pihak Israel karena menjadi dalang dibalik intifadhah-intifadhah yang dilancarkan orang Palestina. Paras wajah Hiyam memang sangat mirip dengan bibinya tersebut. Karena itu tak heran jika pihak Israel mengira bahwa Hiyam adalah Sabah.

Akhir cerita, Hiyam dan Hassan akhirnya memutuskan untuk tinggal di Inggris bersama Asma. Said syahid ketika seorang tentara Israel menembaknya di kamp.

Celakalah mereka yang bernafas dengan udara hasil rampasan

Celakalah mereka yang minumannya adalah darah rakyat

Mereka membuat kebun di atas tanah yang berasal dari serpihan jasad rakyat yang tak berdosa

Saat itu bunga yang tumbuh sebenarnya adalah racun kemanusiaan

-Hiyam-

Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, Kuliner Wajib Dikunjungi dari Generasi ke Generasi


Krompyaaang
Beberapa panci dan kotak bekal yang sudah rapi tersusun di sudut lemari berjatuhan. Ulah kakiku sih, tapi tetap saja aku jadi kesal karena sudah pasti aku harus memperbaiki susunannya seperti semula.

Kulalui bunda yang sedang mengaduk sup ayam di dapur. Tatapan mata bunda yang penuh tanda tanya sempat bertemu dengan mataku. Kulihat bunda hanya geleng -geleng kepala.

Pyuuuuh.
Aku menghembuskan nafas dan menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur. Sebenarnya sepulang mengajar anak-anak di TK mood ku baik-baik saja. Tidak ada hal aneh yang bikin capek walaupun menghadapi tingkah laku murid-murid TK yang super aktif dan kreatif. Kubuka modul pelajaran dari PKBM-ku. Pekan depan kami akan menghadapi UAS. Aku teringat belum menyiapkan diri untuk menghadapi UAS.

“Off yav, bıktım ben (aku capek)!” keluhku pelan.

Ayah terlihat mengintip dari balik pintu. Ia yang melihatku tampak bad mood langsung menghampiriku dan bertanya penyebab ekspresi wajahku yang tampak kusut. 


"Ada apa, anak ayah yang cantik?" tanyanya lembut 

Aku menggeleng pelan.
Entahlah aku pun tak tahu penyebab mood jelekku hari ini.

“Daripada cemberut nggak jelas, mending ikut ayah keluar yuk!” ajak Ayah seketika.

“Kita mau kemana yah?” tanyaku penasaran.

“Ada deh.
Yang penting kita bakalan ngabisin jatah waktu berdua bareng ayah di luar rumah. Biar kamu nggak suntuk,” jawab ayah sambil menyuruhku bersiap-siap.

Aku berjalan menuju lemari. Menyibak beberapa potong kain yang digantung di hanger. Meraih handuk lalu berlalu ke kamar mandi. Tak sengaja aku melihat kalender yang digantung tak jauh dari kamar mandi.

Oh God. 
Aku tak sadar ternyata aku sedang pre menstrual period. Pantesan mood jadi swing gak jelas gini. Aku tertawa kecil. Emang sengeselin gitu ya cewek kalo lagi jelang haid.

Perubahan mood pada masa PMS disebabkan oleh naik turunnya kadar estrogen dalam tubuh. Padahal estrogen memiliki banyak efek pada tubuh. Estrogen juga dapat meningkatkan kadar serotonin dan mempengaruhi produksi dan efek endorfin. Ketika memasuki masa PMS biasanya wanita sering marah sering sedih udah nangis dan kurang bersemangat untuk beraktivitas. 

Akhirnya aku pun sudah bersiap untuk berangkat bersama ayah. Ayah bilang saat ini di kota Medan beberapa ruas jalan terlihat macet. Semenjak adanya perubahan jalur lalu lintas, tingkat kemacetan di kota Medan semakin tinggi. Jalan yang biasanya boleh dilalui harus ditutup karena satu arah. Meski sempat kesal dengan kemacetan lalu lintas akibat perubahan jalan, aku senang ketika akhirnya sepeda motor milik ayah berhenti di depan warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.


“Kita mau ngapain kesini yah?” tanyaku heran karena biasanya tempat favoritku nge-date bareng ayah itu ke toko buku. Aku jarang membiasakan diri menghabiskan jatah waktu bersama ayah untuk mencicipi kuliner.

“Kita mau makan-makan dong. Hidup kan juga harus bervariasi, nggak cuma ke toko buku aja. Yuk masuk,” kata ayah.

Tangan kekarnya menggenggam tanganku dan membawanya masuk ke warung. Aku mengambil tempat di salah satu meja makan. Tak lama kemudian seorang waiters datang menghampiri meja kami dan menawarkan menu-menu yang ada di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.

"Boleh pesan apa aja nih yah?" tanyaku antusias.

"Apa aja boleh. Bebas," jawab ayah.

Seketika aku langsung hepi. Inilah enaknya pergi bareng ayah. Tidak ada limit saat memilih makanan dan belanjaan. Aku langsung fokus melihat daftar menu. Kupilih Mie Ayam Jamur Spesial Haji Mahmud yang memang merupakan menu terlaris dan legendaris di sini. 

Dari sekian banyak restoran yang menjual mie ayam, menu dari Mie Ayam Jamur Spesial Haji Mahmud memang tidak pernah gagal rasanya. Mie nya kenyal dan perpaduan antara mie, toping dan kuahnya sangat pas sekali.

Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah pemakan mie terbanyak di dunia setelah China. Jumlah pemakan mie di Indonesia mencapai 12.640 juta konsumen. Dan jumlah itu semakin naik dari tahun ke tahun. Makan Mie, berarti turut melestarikan budaya Nusantara. Apalagi kalo makan mie nya pake nasi, haha.


Saking larisnya mie, tidak heran jika sekarang banyak bermunculan produk dan olahan mie. Baik yang instan maupun tidak. Dengan banyaknya aneka mie yang dijual, ada baiknya kita juga memperhatikan proses pembuatan mie yang dijual karena tidak semua mie yang dijual baik untuk kesehatan.

Beda dengan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud. Racikan mie dan semua bahan bakunya berasal dari olahan segar dan masih diracik sendiri oleh Haji Mahmud. Mie ayam halal dan legendaris ini sudah lama sekali beroperasi. Tahun ini usianya sudah 34 tahun. Dua kali lipat usiaku yang bahkan masih jelang lima belas tahun ternyata.

Mie Ayam Jamur Haji Mahmud memiliki beberapa outlet. Pusat lokasi mie ayam jamur haji Mahmud di Medan ada di Jalan Abdullah Lubis no 57/71 dan memiliki lokasi yang berdekatan dengan Masjid Al Jihad, Medan. Ada juga cabang yang baru buka di Jalan merak dekat ringroad Medan.

Selain di Medan, mie yang mulai beroperasi sejak tahun 1988 oleh pak Haji Mahmud ini sudah memiliki cabang di Banjarbaru. Outlet Mie Ayam Jamur Haji Mahmud terletak di jalan Panglima Batur. Mie ayam jamur Mahmud mulai buka sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Menu-menu yang tersedia di Restoran Mie Ayam Jamur Haji Mahmud


Mie AJ Spesial

Gambar diambil dari Instagram Mie Ayam Jamur Haji Mahmud 


Ayam Becek

Gambar diambil dari Instagram Mie Ayam Jamur Haji Mahmud 



Bakso Mercon

Gambar diambil dari Instagram Mie Ayam Jamur Haji Mahmud 

Pisang Cokelat Keju

gambar diambil dari dokumen pribadi 

Bakso KK5, Mie PJ (pangsit jamur) Goreng,
Mie Ayam Bakso, dan banyak menu lainnya yang terhidang di warung makan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud. Biasanya meja makan di warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud juga tersedia sate kerang Tanjung Balai loh.. buat kamu yang suka sama sate wajib banget nih ngerasain sate kerang Tanjung Balai dari Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.

Oya, di warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud juga tersedia ruangan VIP buat meeting, seminar, lamaran, dan lainnya. Bisa banget buat kamu yang pengen membuat acara di mie ayam jamur Haji Mahmud. VIP-nya ini tersedia dalam tiga ruangan. Yaitu VIP besar dengan kapasitas 35 orang, dan VIP kecil dengan kapasitas 10 orang. Ada juga nih VIP regular buat 15 orang Di Jalan Merak Sei Kambing. 

"Gimana? Udah kenyang dan hepi?" tanya ayah saat aku menyelesaikan sruputan terakhir kuah mie ayam jamur.

"Enak yah, kenyang," jawabku tertawa kecil.

"Tau nggak, dulu saat hamil kamu Bunda sering makan disini soalnya lokasinya dekat dari kerjaan bunda," ujar Ayah.

Oh ternyata dulu klinik terapi tempat bunda bekerja dekat dengan kuliner melegenda dan gaul. Pantas aja aku rasanya selalu suka dengan rasanya. 

"Turun temurun dong berarti yah, kesukaan bunda ke Yumna," sahutku.

"Iya 
Yaudah, sekarang kita order lagi beberapa porsi untuk dibawa pulang ke rumah," tawar ayah 

"Yeeeeiy, asiiiik," pekikku kegirangan.

Aku langsung menulis kembali orderan untuk dibawa pulang. Ah, makan enak memang membuat masa PMS menjadi lebih hepi. Besok-besok kalo bad mood lagi aku ajak Ayah lagi makan di restoran mie ayam jamur haji Mahmud 

Melangitkan doa untuk Kuliner Wajib Dikunjungi di kota Medan 

Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia yang terkenal dengan aneka ragam kuliner patut berbangga dengan hadirnya Restoran Mie Ayam Jamur Haji Mahmud- Kuliner Melegenda dan Gaul yang menjadi salah satu tujuan wisata kulier pengunjung lokal maupun mancanegara. 

Mie Ayam Jamur Haji Mahmud yang mengawali usaha kuliner mulai dari gerobak sejak tahun 1988 bahkan masih bisa bertahan dan menjadi Kuliner Melegenda dan Gaul yang tidak hanya eksis dengan berbagai gerai baru di kota Medan namun juga di Banjar Baru. Sebuah pencapaian yang luar biasa. 

Sebagai generasi Z yang bahkan belum lahir saat Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah eksis aku turut berbangga, kota Medan memiliki restoran yang konsisten mempertahankan mutu dan kenyamanan para pengunjungnya. Dibuktikan dari keseriusan manajemen Restoran Mie Ayam Jamur Haji Mahmud yang memiliki sertifikasi halal sehingga pengunjung merasa nyaman menyantap hidangan tanpa kuatir karena bahan makanan sudah halal dan berkualitas baik.

Anyway, aku ucapkan Happy anniversary ke 34 Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.
Semoga selalu menjadi tujuan kuliner wajib dikunjungi dari generasi ke generasi .

7.Koğustaki Mucize

 
http://duniavinca.blogspot.com/miracle in Cell no 7


Merhaba arkadaşlar..

Hari ini aku akan menceritakan tentang film Miracle in Cell no 7 versi turki dengan judul 7. Koğustaki Mucize. Aku mencoba mencari versi turkinya karena saat ini aku sedang belajar bahasa Turki, sesekali aku mencoba menonton trailer filmnya yang masih berbahasa Turki dari media sosial. Tokoh utama Memo dalam film ini dapatkan oleh Aras Bulut İynemli dan Ova diperankan oleh Nisa Aksongur.

Film ini menceritakan tentang seorang ayah bernama Memo yang memiliki seorang putri bernama Ova. Mereka berdua tinggal dengan bertiga dengan neneknya dalam satu rumah. Dalam film itu, ibu Ova diceritakan sudah meninggal. Mereka memenuhi kebutuhan harian dengan menjual permen apel. Memo digambarkan bertingkah laku layaknya anak kecil. Beberapa anak di sekolah Ova sering mengolok-olok Memo dan mengatakannya gila. Memo yang sama sekali tidak mengerti bahwa itu ejekan untuknya malah bertambah senang karena mengira anak-anak itu mengajaknya bermain.

Semua berawal dari tas bergambar kartun Heidi. Saat itu Ova dan ayahnya yang baru pulang dari sekolah berkunjung ke sebuah toko. Disana Ova melihat tas bergambar kartun Heidi dan tertarik ingin memilikinya. Namun uang mereka tidak cukup untuk membeli tas seharga 400 lira. Pada awalnya si penjual ke toko memberi keringanan untuk membayar sisa tagihannya di lain waktu, namun Memo tidak mau dengan alasan neneknya akan marah. Meskipun terlihat kecewa Ova memaklumi kondisi tersebut.

“Aku akan menjual permen apel di parade besok, kemudian kita akan membelinya,” janji Memo kepada Ova.

Keesokan harinya seperti yang dijanjikan, Memo mendapatkan banyak laba dari hasil berjualan permen apel di parade. Sepulang sekolah, Memo dan Ova kembali ke toko tersebut dan melihat tas Heidi sudah tidak ada di pajangan. Mereka masuk ke dalam toko untuk menemui penjualnya dan menanyakan tentang tas Heidi. Di sana mereka berpapasan dengan salah satu teman sekolah Ova yang bernama Seda.

Ternyata Seda dan ayahnya sudah lebih dulu mengambil tas Heidi yang ingin dibeli Ova. Memo merasa tidak terima melihat tas yang didambakan anaknya itu sudah diambil oleh orang lain, ia mengejar langkah ayah Seda dan meminta kembali tas Heidi dengan membawa uang untuk membayar tad. Merasa terganggu dengan kelakuan Memo karena memegang putrinya, ayah Seda memukul Memo hingga penjaga toko datang dan mengatakan bahwa Memo bukan orang waras.

“Jangan berkecil hati. Kau tak berbeda dengan mereka. Kau punya kelebihan bukan kekurangan,” hibur Fatma Nene sambil memeluk Memo saat Ova mengatakan ayah Seda memukul ayahnya dan Memo tampak emosi.  

Setelah itu Memo menggembalakan domba-dombanya. Di saat yang sama Seda dan keluarganya sedang piknik dengan beberapa tentara. Seda dan saudara-saudaranya bermain di area domba-domba yang hendak digembalakan Memo. Mereka bertemu Memo dan mengolok-olok Memo. Memo tampak begitu senang karena mengira mereka mengajaknya bermain.

“ Tas Heidi!” seru Memo saat melihat Seda yang memang sedang menggendong tas Heidi di punggungnya.

Namun tak lama kemudian mereka dipanggil untuk makan. Semua anak-anak itu akhirnya pergi meninggalkan Memo kecuali Seda. Seda memancing Memo dengan tas Heidi dan membuat Memo mengejar Seda untuk mendapatkan tas Heidi. Mereka kejar-kejaran hingga sampai di ujung tebing. Memo berhenti dan terlihat begitu takut melihat Seda yang sudah berada di ujung tebing. Ia memberi isyarat pada Seda untuk menjauh, namun Seda tidak menghiraukan Memo.

Seda terpeleset dan terjatuh ke dalam air saat kakinya melangkah mundur. Memo ikut terjun ke dalam air dan menggendong Seda menuju ke tepi.



Singkat cerita Memo dimasukkan dalam penjara di sel nomor 7 bersama seorang pria lain. Awalnya tidak ada yang tahu alasan mengapa ia masuk penjara (karena tidak seorangpun yang diperbolehkan memberitahu alasan memo mendekam di penjara). Namun seorang tahanan yang bernama Askorozlu memaksa untuk diberitahu. Saat mereka semua tahu tentang hal itu, mereka menjadi sangat geram dan Memo pun menjadi bahan bully-an mereka. Mereka menghabisi memo hingga babak belur.

Saat mengetahui hal itu Letnan kolonel Turan yang merupakan ayah Seda menyuruh kapten disana untuk tidak membiarkan Memo mati sebelum menghadapi hukuman gantungnya. Kapten langsung membariskan tahanan-tahanan sel nomor 7 dan  memperingatkan mereka untuk jangan menyentuh memo sedikitpun hingga hukuman gantung dilaksanakan.
Memo mendapat perhatian dari teman-temannya saat menyelamatkan nyawa Askorozlu yang saat itu hendak dibunuh oleh pria bayaran Hüseyin Ağa. Sejak saat itu Askorozlu mulai menerima Memo di sel tahanan dan membantunya.

Di akhir film akhirnya Memo bebas dari penjara atas ide dan pengorbanan dari teman-temannya. Salah seorang teman di sel bernama Yusuf Ağa bersedia menggantikan hukuman gantungnya. Yusuf Ağa merasa bersalah karena telah membunuh putrinya dan hal itu yang memasukkannya ke penjara. Meski awalnya rencana itu ditentang oleh Askorozlu, Hafiz Ağa, tahanan lainnya dan bahkan Kepala sipir Nail dan Kapten Faruk Önder sendiri namun pada akhirnya mereka bekerja sama dengan cara itu untuk menyatukan Memo dan Ova kembali.

Film ini teramat sangat menyentuh dan membuatku menangis di beberapa penggalan ceritanya. Menceritakan bagaimana seorang ayah yang dikatakan gila masih bisa memiliki kedekatan dengan putrinya dan bisa menjadi sahabat bagi putrinya di saat nenek mereka sudah meninggal.

Air Kehidupan

  Bagaimana Kita Tercipta? Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana awal mulanya kita bisa tercipta dan lahir dari rahim ibu? Kisahnya be...